Dalam Mimpi. Hmmm lagu sendu yang satu ini awalnya bukanlah sebuah lagu slow, melainkan lagu up-beat yang bikin goyangin kepala (joget bang, haha). Nah, karena liriknya yang menceritakan kisah yang sedih sendu (galau ni ye), makannya saya lebih prefer jadiin lagu ini menjadi lagu slow biar sesuai sama lirik dan tentunya bisa dinikmati dikala lagi kangen sama ‘the special one’ (emangnya Mourinho) XD. Katy Perry (pacar gua!) adalah sosok yang paling menginspirasi saya untuk membuat konsep lagu Dalam Mimpi ini.
Isi lirik, line bass dan rhtym section (ribet bahasanya yak) lagu-lagunya mbak Katy Perry yang bikin saya ‘ngiler’ (apalagi pas nonton video clipnya hehe) dan sekejap otak saya bersinar cerah untuk membuat lagu ini hehehe. Semua lagu Katy Perry asik karena memang terdengar unik, meski nadanya monoton. Eits jangan salah, nada monoton itu memang sederhana, tapi bukan berarti tidak enak.
Justru kesederhanaan bisa menjadi kekuatan! Itulah
konsep musik yang ingin saya bangun, sederhana dan sedikit classic (tsah). Konsep lagu Dalam Mimpi ini saya buat di kamar
kosan saya di bintaro, saat saya masih kuliah di STAN tingkat 2 semester 3 atau
4 sekitar tahun 2010-2011. Saya baru menyempurnakan lagu ini tahun 2012 di
rumah saya sendiri, setelah hampir setahun konsep lagu ini saya simpan.
Makna dari lagu ini sendiri menceritakan tentang sebuah kisah seseorang yang sedang memiliki gejolak rasa rindu yang teramat dalam terhadap orang yang ia cintai, akan tetapi orang tersebut tidak bisa bertemu dengan orang yang ia cintai. Entah karena sudah meninggal dunia, atau si dia memang super sibur, atau bisa juga karena dilarang bertemu, atau memang jaraklah yang memisahkan mereka sehingga keadaan seperti ini membuat orang tersebut hanya bisa bertemu dengan orang yang ia cintai itu di dalam mimpinya saja.
Meskipun rasa rindu ingin bertemu itu tidak bisa terobati, bertemu di dalam mimpi saja benar-benar sudah membuat hati orang ini bahagia, walaupun sebenarnya dia ingin sekali bertatap muka langsung dengan orang yang dicintainya itu. Sebenaranya lagu ini saya buat untuk si ‘Nyonya’, karena pada saat itu saya ingin sekali bertemu dengan dia. Namun, tiadalah daya dan upaya keadaan sedang tidak mendukung kami untuk bertemu, sehingga saya hanya bisa memimpikannya (bukan mimpi yang macem-macem ya haha).
Lagu ini merupakan satu-satunya lagu dengan arrangement musik semi- akustik di album Fortunata. Beberapa orang yang sudah mendengar lagu ini ada menjagokan lagu ini dan memberikan respon yang Alhamdulillah baik sekali. Lagu ini adalah lagu ke-6 yang saya ciptakan dan merupakan lagu ke-5 yang saya rekam secara semi-profesional (demo) di Gana Record Studio pada tanggal 28/29 Desember 2012 (lupa haha) shift 2 studio 1 jam 17:00 – 00:00.
Saya inget banget
lagu ini buru-buru saya take karena
besoknya saya ada acara keluarga ke Malang untuk liburan tahun baru. Niatnya
sih biar saya bisa menikmati 6 lagu saya sendiri (waktu itu sudah 6 lagu yang
sudah ‘masuk dapur’) sepanjang perjalanan ke Malang naik kereta eksekutif
sekeluarga dari Gambir (duh pengen ke Malang lagi rasanya). Saya beli tiketnya
bareng si ‘Nyonya’ lhoo... *curcol haha.
"Tiada berarti air mata slama ini. Sejak kau pergi tinggalkan aku sendiri"
- Sigit Khamdani -


Tidak ada komentar:
Posting Komentar