Kamis, 20 Juni 2013

Kisah di Balik Lagu 'Perjalanan Hidup'




Perjalanan Hidup. Konsep lagu ini saya dapatkan sewaktu saya kuliah di STAN tingkat 2 semester 3 atau 4 (lupa) sekitar tahun 2010-2011. Waktu itu saya lagi main gitar di kamar kos saya di bintaro perum pondok jaya jl. Teraso (promosi) haha. Saat itu lagu ini pun belum sempurna dan hanya berupa konsep yang terdiri dari intro, beberapa bait sudah terisi lirik, dan inti lagu atau bagian reff lagu ini pun belum ada. Lagu ini pun akhirnya baru diselesaikan Oktober/November 2012 (lama amat yak haha) karena niat saya untuk nyeleseinnya juga baru muncul saat itu. Saya inget banget lagu ini saya selesein sehari setelah saya pulang dari kemang, dari sebuah home studio di Jl. Bangka raya.

Jadi di kemang itu saya punya kenalan dari RCM (Republik Cinta Management) yang merupakan asisten produser sekaligus MD (Music Director) di RCM yang bernama DJ Embut (sering muncul di acara X Factor jadi pengiringnya NUDI). Saya biasa memanggil doi bang Heldi (emang namanya sih) dan doi itu punya banyak lagu yang bagus. Tau sendiri lah karakter lagu-lagu di RCM itu kan pasti liriknya berat dan biasanya memakai bahasa yang tinggi. Maksudnya butuh pemahaman tinggi untuk mencerna lagu tersebut, dan kebanyakan bukan lagu cinta, melainkan lagu-lagu tentang kehidupan. 




Kenapa saya cerita begini? Nah, karena lagu-lagu doi itulah saya terinspirasi untuk membuat sebuah lagu yang bertema kehidupan. Jadi setelah mendengar lagu doi saya pun berpikir dan mulai berniat untuk membuat lagu kehidupan. Besoknya, setelah semalaman berkunjung dari basecamp di kemang tersebut, saya pun tersadar bahwa saya sudah memiliki konsep lagu yang bertema kehidupan. Ya, lagu tersebut adalah lagu ‘Perjalanan Hidup’ ini. Waktu lagu ini sudah selesai setengah mateng juga (baru rekaman akustik tanpa arangsemen lengkap), belum terpikirkan untuk memasukkan narasi puisi dan suara 2.

Saat take vocal di studio, bang Pancal (Sound Engineer saya) lah yang menyempurnakan lagu ini dengan memberi ide untuk memasukkan narasi puisi yang dilakoni oleh sahabat saya di STAN. Bisa dibilang dia ini orang paling terkenal di STAN spesialisasi Kebendaharaan Negara pada masanya, yaa dia adalah si ahli teater Ferry Irwandi (Thanks bantuanya bro haha). Lagu ini berceritakan tentang kisah perjalanan hidup seseorang yang penuh lika-liku kehidupan dalam menggapai impiannya.  Untuk liriknya sendiri, saya terinspirasi dari orang tua saya. Jadi sebenarnya, lagu ini saya tujukan buat orang tua saya yang saya cintai. 


Inti  dari lagu ini menceritakan tentang seseorang yang ingin mencoba meraih sesuatu, akan tetapi ia dipandang rendah oleh beberapa pihak, mendapat kekangan dan penolakan dari orang terdekat . Walaupun begitu, orang ini tetap ingin mencoba dan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan kepada semua orang bahwa dia bisa mencapai impiannnya tersebut dan membahagiakan orang-orang terdekatnya meskipun dia sendiri tahu jalan yang akan dia tempuh benar-benar tidak mudah. Saya sempet memperdengarkan lagu ini ke beberapa teman saya. Banyak yang mengatakan bahwa ini adalah lagu yang paling cocok untuk menjadi lagu andalan saya.

Kalo kata bang Pancal “Berat ni lagu”, kalo kata bang Heldi “Lagu ini punya icon” (jadi bisa langsung dihapal). Saya mengakui bahwa lagu ini memang berbeda dari lagu lainnya di album Fortunata ini, akan tetapi saya tetap menjadikan lagu ini menjadi hits kedua karena menurut saya lagu andalan itu GAK harus yang paling bagus, melainkan lagu yang mudah diterima orang banyak.


Lagu ini adalah lagu ke-8 yang saya ciptakan, dan merupakan lagu ketiga yang saya rekam secara semi-profesional (haha) dengan format demo fullband di Gana Record Studio pada tanggal 13 Desember 2012 shift 3 studio 1 jam 00:00 – 06:00. Sebenarnya lagu ini ingin saya simpan dan ada lagu lain yang seharusnya di rekam lebih dulu, namun karena kebutuhan rekaman yang membutuhkan 2 buah lagu ‘minor’ yang direkomendasi oleh komandan Pancal, akhirnya terpilihlah lagu ini.
"Di langit aku berharap, gantungkan semua impianku. Ku tahu tak akan mudah,
namun tak salah tuk ku coba"
- Sigit Khamdani -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar